Wednesday, April 22, 2015

Kopi Luwak

                              
Menurut Wikipedia, Luwak atau lebih dikenal dengan musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Dengan indera penciumannya yang peka, luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul matang optimal sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang masih dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Hal ini terjadi karena luwak memiliki sistem pencernaan yang sederhana, sehingga makanan yang keras seperti biji kopi tidak tercerna. 

Biji kopi luwak seperti ini, pada masa lalu hingga kini sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami di dalam sistem pencernaan luwak. Aroma dan rasa kopi luwak memang terasa spesial dan sempurna di kalangan para penggemar dan penikmat kopi di seluruh dunia. 
Karena produksi kopi luwak yang masih terbatas dan biaya produksi yang masih tinggi, menjadikan harga kopi ini menjadi selangit, bahkan konon katanya secangkir kopi luwak bisa di hargai 400 ribu rupiah bahkan lebih.

luwak
luwak dan biji kopi luwak


Sudah lama saya penasaran ingin melihat langsung bagaimana kopi luwak ini diproses, ya penasaran saja, kok bisa ya harganya selangit. 
Hingga beberapa waktu lalu saya berkesempatan melihat langsung pabriknya di daerah pangalengan kabupaten bandung. Walau sedang libur berproduksi, tapi saya jadi tahu asal mula kopi ini.

Pertama kami diajak berkeliling melihat beberapa pohon kopi disekitar pabrik. Karena bukan masa panen jadi buah kopinya masih banyak yang berwarna hijau, walau ada beberapa ada yang berwarna merah terang dan merah marun. Saya memetik yang merah marun dan langsung mencicipinya, manis.

buah kopi
pohon kopi yang berbuah 

Setelah itu, kami diajak masuk ke kandang luwak atau musang. Musang di berikan kandang-kandang terpisah. Menurut pekerja disana, luwak ini akan tidur pada siang hari dan terjaga pada malam hari. Jika tidak sedang masa panen kopi, luwak ini diberi makan makanan pokoknya, yaitu ayam mentah. Jika sedang panen, luwak ini tetap diberikan ayam mentah tapi diselingin cemilan yang berupa kopi, kandang luwak akan dibuka dan luwak diberikan kebebasan berkeliaran di kebun kopi untuk memilih biji kopinya. 


kandang luwak
kandang luwak

Ternyata ini yang membuat harga kopi luwak selangit. Karena biaya produksi yang selangit, dan hasil yang dihasilkan tidak banyak. Selain citarasa khas dimiliki kopi luwak tentunya.

Proses selanjutnya, setelah luwak memakan kopi di sore atau malam hari adalah menunggu luwak mengeluarkan kotorannya. Setelah itu, kopi harus segera dicuci dan dijemur, proses ini tidak boleh lebih dari 7 jam, agar kualitas kopi luwak tetap terjaga. Ini foto kopi luwak setelah dicuci dan sedang di jemur. Kebetulan saja ada tapi tidak banyak, karena sedang tidak panen, menurut karyawan pabrik yang mengajak kami berkelililng.
biji kopi setelah di cuci
biji kopi yang dijemur


Untuk proses selanjutnya, kopi di sangray atau di panggang menggunakan mesin khusus supaya suhunya tetap dan matangnya sempurna. Ini langkah-langkah untuk menghasilkan kopi luwak kualitas baik di pabrik ini.

                                   
tahapan olahan biji kopi
proses mengolah biji kopi 


Dan saya baru tahu, ternyata daun kopi yang dikeringkan bisa diseduh dan dijadikan teh. Daun kopi kering ini juga dijual, 1 kgnya dibandrol dengan harga 50 ribu rupiah.

daun kopi yang dikeringkan
mesin pengeringan daun kopi 

Setelah keliling pabrik, kebun kopi dan lahan pertanian sekitar, kami disuguhi makan siang. Nasi liwet dan lauk pauk serta lalaban mentah khas sunda. Saking senang dan laparnya, saya lupa memoto hidangan makan siang kami. Sebagai penutup dari perjalanan ini, kami disuguhi kopi luwak. Yang lain terlihat senang sekali mencicipi secangkir kopi luwak panas, sedangkan saya, cukup menikmati secangkir teh daun kopi saja, masih belum tega euy minum kopi luwak hehe…. Soal rasa teh daun kopi, sedikit lebih pahit dari daun teh, bahkan saya masih merasakan teh daun kopi ini seperti kopi hitam yang sangat encer.

11 comments:

  1. Says juga Baru tahu Dari posting an INI, daun kopi bisa dibuat teh. Paling aku klo lihat sendiri prose's kopi luwak juga nyruput. Hehehe tapi tetep enak rasanya :)

    ReplyDelete
  2. iya, saya juga baru nyicip teh teh daun kopi, sayang saya lupa moto :-(, duuh belum berani aaah kalo nyruput kopi luwak :-))

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. banyak kok, beneran mau bro?

      Delete
    2. belinya bisa online kok, klik aja kopi luwak di atas :-)

      Delete
  4. Waaahhh seru nih kayanya. Kandang luwaknya bersih yaaa.. Btw ini tempatnya dimana tehh? Masuknya bayar apa nggak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. kandangnya bersih banget kalo ngga nanti luwaknya sakitlah.... masuknya gratis kok, di pangalengan deketnya kuburannya boscha...:-)

      Delete
  5. Waaah asiknyaaaaa seru kayanya. Ini masuknya bayar berapa tehh? kandang luwaknya bersih yaaaa. Btw tempatnya dimana ini?

    ReplyDelete
  6. waah baru mah kemarin bahas kopi ini. alhamdulillah skrg jadi tahu kalau prosesnya puanjang ya teh. gak nyangka klo di bandung juga ada...

    ReplyDelete

matched content: