Thursday, May 21, 2015

Mengenal Tradisi di Pekalongan, Jawa Tengah

Menuju Pekalongan Jalur Temanggung

Sekilas terlihat seperti bukan di Indonesia ya? Bagi yang pernah mengunjungi dreilaenderecke, pemandangan perjalanan darat melewati Temanggung bisa membuka kenangan di sana. Apalagi tidak sengaja melihat bangunan toko roti Holland setelah melewati pemandangan itu *ngepas-pasin ceritanya. Ya, perjalanan kita kali ini menuju kota Pekalongan yang berplat nomor G kalau di Indonesia. Melewati jalur darat dengan kendaraan pribadi masih menjadi pilihan kami sekeluarga yang tinggal di Indonesia untuk menjangkau kota-kota yang tidak dijangkau layanan kereta api atau pesawat. Menikmati perjalanan darat tentu ada suka dukanya, tapi yang jelas sesuka hati mau mampir-mampir membeli yang menjadi khasnya kota yang kita lewati.

Jambu Biji
Pemandangan di atas akan kita jumpai saat melakukan perjalanan darat melewati Temanggung. Deretan penjual jambu biji yang aduhaaaiiii cantik nian, segar, manis dan murah.
Harga sekilo jambu biji yang banyak mengandung vitamin C dan enak banget dibuat jus, hanya 4,000 rupiah. Wajar kalau ibu-ibu jadi kalap mata memilih dan memasukkan ke kantong butir demi butir jambu biji.

jambu biji khas Temanggung

Nah, menggiurkan ya jambu bijinya *glek ngebayangin jus jambu di siang hari yang panas ini.

Melanjutkan perjalanan kami ke Pekalongan, sesampainya di rumah adik kita disuguhi kue lapis legit yang cukup terkenal di kota itu. Kue lapis legit yang fenomenal sejak jaman nenek saya, dulu saya mengenalnya spekuk. Ternyata memang bahan pembuat lapis legit itu namanya spekuk yang berasal dari campuran kayu manis, cengkih, pala dan kapulaga. Unik rasanya dan bikin ketagihan. Kalau lihat pemandangan serasa di Belanda, begitu nyicip lapis legit jadi ingat dengan "ontbijtkoek"


Nah di samping lapis legit, ada cemilan khas Pekalongan *yang tidak tahu namanya* tapi bisa menggambarkan rasanya. Kue kering yang seperti adonan pasir, jadi begitu masuk ke mulut langsung lumer. Bicara tentang lapis legit, saya juga biasanya mengkategorikan lapis legit sebagai kue manis ketika ada acara seperti arisan dan kumpul-kumpul. Lapis legit biasa dijual dalam kotak yang nantinya dipotong-potong dan dilapisi plastik pada saat penyajiannya. Cantik dan enak.


Sudah kenyang kami mencemil siang itu, dilanjutkan mengunjungi kerabat yang sedang mengadakan acara hajatan di Pekalongan. Pekalongan terkenal sebagai kota Batik, kalau dibalik jadi kota Kitab. Mungkin dari situ, Pekalongan menjadi kota yang kental dengan budaya islam. Hajatan yang saya datangi di kota Pekalongan baru yang pertama. Kaget ketika seluruh prianya memakai sarung dan musik religi yang dipasang keras seperti kalau sedang ada pengajian akbar di masjid di kota saya tinggal. Seperti berada di kota Santri *ingat lagu Anang Krisdayanti*

Nasi Megono Khas Pekalongan

Mengunjungi banyak kota membuat kita kaya rasa. Mencicip setiap hidangan yang disajikan di lain kota dengan lain tradisi, membuat makanan yang kita santap menjadi enak di lidah dan unik. Kali ini kita menikmati "nasi megono". Perlu baca dari wikipedia, kenapa kok namanya megono. Ternyata Megono berasal dari kata  mergo yang artinya sebab dan ono yang artinya ada. 

Megono sendiri dibuat dari cacahan nangka muda yang dicampur dengan parutan kelapa. Kuliner Indonesia itu bervariasi dan kaya rasa. Menikmati megono, mengingatkan saya dengan trancam di Jawa Barat dan gudangan di Yogyakarta. Letak perbedaannya hanya pada sayuran namun topping parutan kelapanya sama, hihihihi. 

Rasa megono ini unik tapi enak *kalau kata adik saya karena tidak berasa rempahnya*. Megono ini dimakan bersama dengan nasi putih, tempe garit *enak banget*, telur pindang masak kecap, serundeng dan bakmi. Menu komplit tradisi Pekalongan yang masih dilestarikan sampai dengan hari ini.

Nasi Berkat Tradisi Pekalongan

Sepulangnya kami dari hajatan, ternyata masih di punjung (baca : dibawain pulang makanan). Kalau di Jogja, kita menyebutnya ulih-ulih. Kalau bicara tradisi ulih-ulih yang masih asli, menu yang dibawa pulang bermacam-macam. Mulai dari bakmi/bihun, sambal goreng krecek telur daging giling, telur pindang, cap jay, krupuk sambal kering, sambal goreng kentang. Namun seiring masa berlalu, jaman kepraktisan kalau sekarang, biasanya punjungan sudah diganti dengan ayam goreng atau roti segiempat dalam kardus. Nah, di Pekalongan ini disebutnya nasi berkat yang isinya megono *wajib*, semur daging, sambal goreng kentang, sambal kering, dan telur asin. Setiap daerah selalu khas dengan keunikannya. Cara menyajikan dalam besek juga unik karena nasi putihnya di taruh dibagian bawah dari lauk-lauknya.

Menarik ya mengunjungi banyak kota di nusantara, jadi tahu dan cinta ragam budaya Indonesia.

21 comments:

  1. Kangen megono, cukup pake lauk tempe ama rempeyek ikan asin, maknyuss tuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba sulis.. jadi kangen rempeyek ikan teri *_*

      Delete
  2. Ahaaa, kemarin aku makan megono juga ni maaak. Tapi dikasih megononya ngga banyak, hihihi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa masak sendiri nggak mba lisna? soalnya pas yg kuicip kemarin enak megononya gak berasa rempahnya..

      Delete
    2. Bisa dikit2 mba, apalagi kalo sambil nyontek, hihihi.

      Delete
  3. aih, jadi kangen megono ama soto tauto mak :(

    ReplyDelete
  4. Kue Lapis legit memang pas buat suguhan ditemani the hang at malah mantel :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa mba zulfaaa,, celupin dikit trus masuk ke mulut, enaaakk....

      Delete
  5. Waah... nasi megono ini enaaak. Aku suka!
    Aku kalo makan lapis legit kumakan selapis demi selapis, hehehe kebiasaan... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. di batam ada nasi megono juga mba dee? kalau ima yang selapis demi selapis kalau makan kue lapis yang atas sendiri warna merah itu.. *_*

      Delete
  6. Kalo nasi megono di daerahku (Purworejo) selain ada nangka muda, ada sayurannya juga mak Prima...

    ReplyDelete
    Replies
    1. mak ika, di purworejo ada juga nasi megono ya? waaa.. penasaran.. kirain hanya dawet item aja kulinernya.. makasih yaa infonya.. *_*

      Delete
  7. Lapis legitnya bikinan sendiri, Ma? Waa... mau juga dong icip2 nasi Megono-nya... ira

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahaha jelas enggak mb ira... *kebayang ribetnya bikin lapis legit* tinggal leeeeppp... *_*

      Delete
  8. Waaah jadi kangen Pkl. Sekolah saya SD-SMA disana. Dulu megono dimaem utk sarapan dg lauk tempe goreng. Skrg smp malam pun ada. Sebenarnya orang Jogja lama jg kenal nama megono, tapi bentuknya beda, seperti urap tapi dikukus semua. Biasanya adanya utk slametan/bancakan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa mak lusiii... tempe gorengnya enaaakkkk *beda sama yang bungkusan daun di jogja*

      Delete
  9. Aku belum pernah ke Pekalongan. Aku juga belum pernah makan nasi Megono :D Kelihatannya enak.

    Pingin jambu bijinya. Salah satu buah kesukaanku. Kaya vit C :)

    ReplyDelete
  10. owalah itu to yang namanya nasi megono, baru tau sekarang

    ReplyDelete
  11. Nyamnyam :)
    Kalo kue lapis, biasanya selalu ada pas lebaran. Tapi aku pribadi lebih suka kue lapis yang dari tepung beras. Makannya nggak ngerasa banyak dosa haha karena yang ini manis banget :)

    ReplyDelete
  12. Wow lapis legitnya menggoda :D
    Oya, nasi megono ada juga di Wonosobo kan ya mba?

    ReplyDelete

matched content: