Friday, February 26, 2016

Mencicipi Bosanska Kahva, Kopi Khas Bosnia di Sarajevo

Dzezva wadah kopi
'Life begins with coffee'

Mungkin itu ungkapan yang tepat bagi mereka yang suka ngopi saat sarapan. Bukan saya. Sebab saya suka sarapan buah #SokSehat. hehehe. Minum kopinya agak siangan, atau kalau lagi pengen ajah.
Tapi memang, di rumah kopi, kopi selalu tersedia. Baik kopi bubuk, kopi instan, capuccino instan, sampai kopi dalam bentuk pads. Kalau pengen, tinggal pilih salah satu.

Kalau sedang melakukan perjalanan, sesekali saya ngafe bersama suami. Lebih suka ke kedai kopi bukan franchise gede. Biar lebih bisa menikmati cita rasa kopi lokal. Atau jika tersedia di hotel saat sarapan, kami ikut mencicipi. Secangkir dua cangkir saja. 

Hotel-hotel yang menyediakan sarapan, biasanya memiliki mesin kopi canggih. Tinggal teken satu tombol, tersajilah kopi yang kita inginkan. Seperti waktu kami ke kota Rimini di Italia. Sarapannya, standar saja. Roti manis, dengan beberapa macam selai. Akan tetapi, mesin kopinya canggih bener. Para tamu hotel sepertinya emang doyan ngopi. Beberapa ngopi bercangkir-cangkir, tanpa menyentuh makanan sama sekali. Benar-benar memulai harinya dengan kalori dari kopi. 

Bosanska Kahva

penyajian kopi unik
Display warung kopi
Saya mulai mengenal #BosanskaKahva, alias kopi Bosnia, ketika pertema kali berkunjung ke negeri ini, akhir tahun 2013. Di sebuah kota kecil Konjic, sebuah kota yang mirip kota di Swiss, kami dijamu sebuah keluarga baik hati. Keluarga campuran, Indonesia - Bosnia.

Retno, waktu itu menawari suami mencicipi kopi Bosnia. Waktu datang, unik sekali penyajian kopinya. Satu porsi kopi pesanan datang dalam sebuah nampan bundar terbuat dari tembaga. Di atasnya terhidang satu set. Satu wadah berisi kopi panas. Satu cangkir mini kosong. Satu lagi wadah berisi gula dan manisan Turki. Atau yang biasa disebut lokkum atau Turkish delight. 

Menurut beberapa cerita, orang Bosnia sangat menyukai kopi. Bahkan waktu perang sekali pun. Kami mendengar cerita dari sebuah museum, saat perang harga kopi melonjak hingga hampir 200 USD per kilonya. Sekitar dua juta rupiah. Namun tetap saja kopi dicari dan dibeli orang. 

Minum Kopi di Bascarsija 

Bascarsija berada di jantung kota Sarajevo. Di bagian kota tua. Di sini merupakan pusat pedagang, dan pengrajin. Selain itu di wilayah ini, terdapat masjid, madrasa, sumur air minum, penginapan dan rumah makan. Setiap hari ramai dikunjungi turis dan warga lokal.

bei kopi enak
Di sebuah kafe di Bascarsija
Di Bascarsija pula tersedia bermacam dzezva. Dzezva adalah adalah wadah untuk memasak kopi. Dijerang di atas bara atau kompor. Dzezva ini ikut dihidangkan dalam nampan. Ukuran dzezva berbeda-beda. Isi kopi satu dzezva kecil cukup untuk satu dua cangkir mungil kopi pekat.

Saat berkunjung kedua kalinya di Sarajevo, saya dan suami bertekad untuk ngafe di Bascarsija. Banyak kafe-kafe kecil yang khusus menjual kopi dan teh saja. Tidak menjual makanan ringan. Kafenya kecil. Tempat duduk di dalam hanya memuat beberapa meja dan kursi saja. Kadang ada yang memiliki bangku di luar. Kafe-kafe seperti ini juga populer di kalangan warga lokal. Tak jarang, saya dapati kafenya penuh.

Di suatu siang, setelah mengunjungi sebuah museum, kami akhirnya berkesempatan ngafe. Setelah melongok beberapa, akhirnya kami memutuskan masuk ke sebuah kafe di dalam gang sempit Bascarsija. Kafenya terdiri dari dua lantai. Sempit. Lumayan cozy di dalamnya. 

Ada dua gadis sedang ngopi di bangku dekat kami. Kami duduk di meja kecil dengan dua kursi di pinggirnya. Langsung memesan dua kopi. Harga kopi di Bascarsija bervariasi. Antara 1,5 hingga 2,5 mark Bosnia. Dirupiahkan sekitar sebelas hingga sembilas belas ribu.

Menunggu beberapa lama, pramusaji datang bersama nampan-nampan kopi. Menanyai kami dari mana.

"Selamat datang di Sarajevo," katanya setelah mendengar kami dari Indonesia.

Kami pun memulai ritual minum kopi. Tapi tidak seperti orang Bosnia. Kopi dari dzezva langsung kami tuang ke cangkir. Dan gulanya kami masukkan. Aduk. Sementara menurut sebuah sumber, saat siap minum kopi, orang Bosnia akan minum air putih lebih dahulu. Lalu mereka akan mengambil busa di kopi. Nggak dibuang busanya. Setelah kopi dituang kecangkir, busanya dituang ke cangkir.

Gula kotaknya digigit sedikit, dan ditahan di lidah. Saat meminum kopi, biarkan gulanya bercampur dengan pait dan kentalnya kopi di dalam mulut. Satu wadah dzezva cukup buat dua - tiga cangkir. Walau sedikit, karena kopinya strong, udah puas minum seporsi. hehe. Pengalaman manis buat kami selama di Sarajevo.


8 comments:

  1. Kalau kahwa ini beneran kopi yang digunakan, kalau di Kashmir kahwa itu minuman hangat dari teh dan rempah, rasanya lebih kayak Teh. dan dicampur almond, yummy!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ngiler... pokoke kudu ke Kashmir nyicipi langsung...aamiin.

      Delete
  2. Citarasa kopi khas bosnia, ah rasanya begitu menyegarkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak, tapi porsinya mini... hehehe

      Delete
  3. Tiap dengar kata Sarajevo selalu terpikirkan sebuah sejarah panjang :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul, denger sarajevo ama bosnia, yg terbayang perang..

      Delete
  4. aahhh tahu gitu aku nitip gelasnya yg cakeeppp.... mau donk abi aku diajak ngafe disini... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yoiiiii... gelas mungilnya cakep2. Banyak yg jual set2an di pasarnya. Ayukkkkk kapan2 ke sini. Bosnia negeri favoritku.

      Delete

matched content: