Monday, October 19, 2015

Tips membersihkan wajan cetakan kue tradisional

Jika membeli cetakan kue tradisional tertentu yang terbuat dari besi, baja, alumunium atau sejenisnya, seperti wajan martabak, cetakan kue lumpur, kue cubit, cetakan bandros atau pukis, dll, sebelum dipakai ada tahap yang musti dilakukan untuk membersihkan cetakan, supaya kuenya tidak gagal. Yuk simak tipsnya supaya bisa buat kuenya aman dan tetap lezat.


“Neng mau buat usaha gerobakan yah?” Tanya si ibu penjual alat-alat masak dari besi, ketika saya menanyakan wajan/loyang martabak manis. 
Saya jawab dengan senyuman. “Saya ingin beli cetakan martabak yang percis seperti punyanya tukang martabak, bu”. Menegaskan, demi dapat cetakan kualitasnya bagus. 
Soalnya sebelumnya saya ditawari loyang martabak yang warnanya mengkilap kinclong silver metalic tapi pas diangkat bahannya sangat ringan. Setelah itu si ibu langsung menunjukan sebuah wajan yang beratnya minta ampun. Terbuat dari besi baja katanya, bentuknya sama dengan abang penjual martabak pakai. Warnanya memang tidak menarik, tidak kinclong malah sudah penuh dengan debu. Ketebalan dan beratnya itu yang saya cari. Sebelum dibeli, mereka bersihkan dulu pakai mesin ampelas sampai kinclong lagi.

Wajan ini sangat tebal, menjadikannya penghantar panas yang baik untuk martabak. Entah nama bahannya besi atau baja, saya kurang begitu mengerti tentang material. Yang saya tahu dengan pantat wajan yang tebal, panas akan tersimpan merata keseluruh bagian wajan. Jadi sangat cocok banget untuk memasak makanan yang membutuhkan waktu dalam proses pematangannya, seperti membuat martabak manis. Menggunakan api kecil hingga medium, bisa diatur supaya tidak buat gosong seketika. tetapi panasnya cukup untuk mendorong gas menembus adonan dan membuat jalur sarang semut yang dinginkan.

Selain cetakan martabak itu, saya beli beberapa cetakan kue tradisional lainnya seperti cetakan kue lumpur dan cetakan kue bandros/pukis. Waktu itu semua yang dijual asli dari tempaan besi atau alumunium. Ayah kirimkan semua peralatan masak itu lewat pos Indonesia pakai tarif yang murah lewat laut. Ketika itu 20 kg barang dalam satu kardus kena biaya sekitar 700 ribu rupiah. Alhamdulillah barang sampai dengan selamat 1,5 bulan kemudian di Jerman, meski dengan segala kekurangannya.

Salah satunya adalah cetakan martabak yang pas dibeli masih kinclong jadi ...eng ing eng... berkarat. Huhuhu sedih banget … Ini bukti bahwa cetakan tersebut terbuat dari besi baja. Ketika barang di poskan lewat laut, jadi mudah berkarat terhembus udara laut. Sedangkan cetakan pukis dan kue lumpur aman, meski ketika akan dipakai buat dramatis juga.

Cetakan kue lumpur berasal dari alumunium, lebih ringan dan tidak mudah berkarat. Sedangkan cetakan pukis yang terlihat kinclong metallic banget (tidak dilapisi Teflon), sepertinya terbuat dari besi yang diberi lapisan cat. Ketika akan menggunakan cetakan kue pukis, ternyata lapisan catnya menempel pada kuenya. Akhirnya pukisnya jadi pukis metallic huhuhu. Sampai-sampai mas sis, suami mba ira, bantu ampelas supaya cat metalicnya itu hilang. Tapi ketika digunakan tetap masih pada nempel dan malah keluar kotoran-kotaran hitam ketika dipanaskan. Kenapa yah?

Akhirnya tanya-tanya orang tua, yang bela-belain tanya ke mamang penjual jajanan (love our parents, may Allah’s bless be upon them) dan menurut keterangan mereka memang ada tipsnya ketika pertama kali dipakai. Nah berikut adalah tips-tips yang saya peroleh dan sudah dipraktekan berdasarkan pengalaman saya pribadi. Moga bermanfaat untuk teman-teman yang punya problem yang sama.

Tentunya tips tips berikut bisa diterapkan kalau cetakannya sama bahannya seperti cetakan punya saya ini yah. Mungkin kalau yang sudah dilapis dengan Teflon atau lapisan anti lengket lainnya cukup hanya dibersihkan dengan sabun, dibasuh dengan air dan dikeringkan. Sekarang sudah mulai banyak cetakan yang kualitasnya bagus hehehe… kalau dulu masih susah. emang sudah nasib, musti kosok2 dulu.

tips pertama kali membersihkan loyang cetakan martabak
cara melapisi wajan martabak 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Cara membersihkan cetakan kue tradisional seperti wajan martabak, cetakan kue pukis, kue lumpur dll, yang terbuat dari baja/besi:


Jika cetakan tersebut masih baru dan akan pertama kali digunakan maka ikuti langkah cara membersihkannya sebagai berikut:

Jika dia berkarat, gunakan ampelas sampai semua karatnya hilang. Setelah itu cuci dengan sabun dan bilas dengan air hingga bersih. Kemudian langsung keringkan dengan lap. Jangan sampai terendam atau terkena air dalam waktu lama, karena bisa berkarat kembali. Kalau karatnya membandel bisa dibersihkan dengan bantuan cuka. Lap kembali sampai kering. Kemudian lakukan langkah-langkah dibawah ini.

Untuk cetakan martabak yang terbuat dari baja, setelah dicuci dan dikeringkan. Jangan kaget kalau tiba2 semuanya berubah kuning kemerahan seperti karatan. Panaskan wajan. Jaga supaya cetakannya tetap panas tp jangan sampai gosong(Kecilkan api atau matikan kalau gosong). Langsung diolesi minyak secara merata di seluruh permukaan atasnya, tunggu sebentar hingga minyaknya panas kemudian dilap. Olesi dengan minyak kembali kemudian lap dengan tissue dapur, lakukan berulang kali sampai permukaannya terlihat mengkilat dan kotorannya terhapuskan.

Katanya lapisan minyak ini akan berpolimerisasi menutup permukaan cetakan hingga membuat cetakan jadi tidak lengket, sekaligus melapisi wajan. Lapisan ini bersifat protektif, melindungi permukaan wajan dari karat dan makanan yang dimasak pun aman dikonsumsi. Proses ini dalam Bahasa inggris disebut seasoning, tahap melapisi permukaan wajan yang biasa dilakukan orang jaman dahulu (sekarang juga masih), ketika menggunakan peralatan masak yang terbuat dari besi (cast iron).

Saya ngelapnya sampai gak kehitung kayaknya hehehe.. Musti tekun dan sabar. Soalnya sayang banget dah dibawa jauh-jauh tapi gak kepakai. Hasilnya memang memuaskan. Setelah sering digunakan, permukaan baja jadi terlihat agak gelap (tidak putih kinclong), tapi permukaannya licin. Kalau dipakai membuat martabak tidak lengket, dan yang paling penting tidak karatan lagi.

Untuk cetakan pukis, atau kue lumpur yang masih baru, prosesnya juga sama, panaskan cetakan, beri sedikit minyak kemudian oleskan ke semua permukaan atas cetakan hingga merata. Tunggu sebentar biasanya keluar kotoran hitam dan warna minyak jadi berubah. Langsung lap dengan tissue dapur atau lap kain bersih. kemudian olesi lagi dengan minyak dan lap kembali. lakukan berulang kali hingga hasil lapnya bersih. Kalau masih belum yakin kebersihannya, bisa dites dengan adonan kue abal-abal (terigu dan air). Kemudian lihat apakah masih ada kotoran yang nempel dari cetakannya atau tidak. Kalau tidak ada yang menempel pastinya sudah aman untuk digunakan. Kalau misalnya masih menempel berarti masih perlu dibersihkan kembali dan adonannya jangan dimakan.

Ada juga yang menyarankan untuk menggunakan parutan kelapa dalam cetakan. Prosesnya sama dipanaskan sambil digosok dengan parutan kelapa. Tapi saya belum pernah saya coba.



~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

tips membersihkan cetakan besi
cetakan kue tradisional untuk pukis atau bandros
Cara membersihkan cetakan kue tradisional setelah penggunaan:

Kalau cetakannya tidak kotor banget. Baiknya memang tidak dicuci. Setelah digunakan langsung dilap dengan lap kering sekedar membuang kotoran yang menempel sampai bersih. Kemudian lap kembali dengan tissue yang sudah diberi minyak.

Tapi kalau memang kotor banget dan harus dicuci, maka cuci dengan sedikit sabun. Tapi jangan direndam. Cukup dibilas saja sebentar. Setelah itu keringkan. Kemudian kembali diolesi minyak permukaannya.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

cara pertama kali membersihkan cetakan kue lumpur
cara membersihkan cetakan kue lumpur
Cara menyimpan cetakan kue tradisional:

Untuk cetakan yang bahannya sama dari besi/baja, baiknya sebelum di simpan diolesi lagi semua permukaan cetakan dengan minyak. Bisa dioles dengan bantuan tissue dapur. Baru kemudian disimpan.

Simpan ditempat yang kering. Kalau bisa dibungkus supaya terhindar dari debu dan air. Jangan sampai terkena setetes airpun. Karena air adalah musuh wajan besi yang bisa membuat karatan.

Baiknya wajan dari baja/besi seperti ini selalu digunakan. Kalau sering digunakan maka akan lebih terawat. Tapi kalau terlalu lama disimpan malah rusaknya cepat.

Jika ingin digunakan kembali, tinggal membilasnya dengan minyak dan lap hingga bersih. Kalau perlu lakukan beberapa kali.

12 comments:

  1. Wah, kebetulan sekarang lagi demen bikin kue cubit, bisa dipake tipsnya :) makasih ya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa kue cubit emang lg trend ya. makasih dah mampir :)

      Delete
  2. aku punya cetakan lumpur. :D tapi udah lama ga dipake jadi karatan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah sayang banget, moga bisa sering2 dipakai, supaya cetakannya awet terawat yah. makasih sdh berkunjung :)

      Delete
  3. Saya syok ketika beli cetakan martabak, saya cuci ternyata paginya udah kuning semua karatan, makasih tips nya ya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama, moga bisa manfaat. emang biasanya seperti itu, bs dihilangkan dg cr sprti di atas.

      Delete
  4. Mksh tipsnya bermanfaat sekali. Pernah ngalami cetak kue pukis,belakangnya warna hitam bekas warna cetakan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2. smg klo sdh dibersihkan tidak hitam lagi ya.

      Delete
  5. Thanks infonya, sangat membantu, sy galau pas beli cetakan kue cubit mau bkin kue malah loyangnya hitam stlh diolesi margarin (pdhl sdh dicuci). Alhmdlh ada yg share ttg ilmu mencuci cetakan kue, sngt mmbntu. Thanks ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah klo bisa bermanfaat mba :)

      Delete
  6. Replies
    1. di pasar2 tradisional biasanya byk yg jual, klo di jkt misal di mayestik

      Delete

matched content: