Friday, January 30, 2015

Burger Badut



Lama saya ingin membuat cemilan berat yang rada-rada nakal, hehe... iya saya ingin membuat burger ala saya yang dagingnya tebal, mayones dan sambal banyak, daun selada juga banyak, pas makan belepotan heboh, makannya rame-rame sambil saling ngejek sama adik-adik hihi.. seruu sepertinya.
Soalnya kalau beli itu sana sininya suka kurang jadi tidak puas deh...
Hingga suatu sore, saat saya disupermarket menemukan roti burger idaman yang isinya banyak, 8 buah, karena biasanya hanya isi 2 atau 4, dan rotinya kurang tebal, 1 pak daging burger, keju lembaran, Selada dan tomat... yipii.. bisa bagi-bagi tetangga niih...alias mama dan adik-adik.
Rotinya saya oles tipis margarin, dan di hangatkan diwajan anti lengket begitu juga dengan daging olahannya, yaitu daging burger, tadinya saya menginginkan daging cincang yang dibumbui sendiri, sayang daging cincang disupermarket itu kok banyak lemaknya, sehingga saya lebih memilih daging olahan, selada dan tomat dicuci bersih kemudian dipotong-potong. Untuk tomat saya membuang bijinya supaya roti tetap kering dan tidak lembek. Sekarang tinggal menyusunnya. Roti yang sudah dipanggang sebentar diolesi thousand island dan saus sambal botolan, kemudian berturut-turut, selada, tomat, daging burger, keju lembaran, daging burger lagi dan kembali ditutup roti. Untuk dibagikan ke mama dan adik-adik, saya bungkus menggunakan alumunium foil supaya tetap hangat dan dibungkus dengan kertas roti.  Nyaammm syedap...dimakan hangat-hangat... yuuk kita bisa membuatnya looh...
Maaf ya foto yang lapis perlapisnya kehapus, belajar utak atik foto malah kehapus, yang terselamatkan hanya ini....


Alat Presto Nan Manfaat

Dulu, dulu sekali, sewaktu masih kecil di kampung halaman, ada rumah makan beef steak. Bistik kami menyebutkan. Kata orang enak. Sampai saat ini pun saya belum pernah mencicipi bistik di rumah makan tersebut.

Selera pelajar di Mensa Aachen

mensa academica RWTH Aachen

Sudah sekian lama pingin sekali makan di mensa kampus Aachen, yakni sebutan dalam bahasa Jerman untuk kantin pelajar. Kabarnya kantin kampus RWTH Aachen, baru direnovasi jadi lebih modern, benarkah itu? Hampir sekian tahun yang lalu saya pernah menikmati makanan tersebut ketika masa-masa jadi mahasiswa di Bonn, hingga satu saat mencapai puncak 'bleneg' dengan makanan mensa. Tapi sekarang ini malah kangen dan penasaran dengan mensa di RWTH Aachen. 

Thursday, January 29, 2015

Buku Resep Bento


Buku resep bento


Horee… dapat buku referensi bento lagi dari Jepang. Seperti yang sudah pernah dibahas sebelumnya, buku bento bagi kami sulit didapat. Hanya jika ada teman dari Jepang, baru kami bisa menitip buku seperti ini. Kebetulan tahun lalu ada teman dari Jepang yang datang berkunjung, tak disia-siakan kesempatan tersebut. Tak sabar rasanya ingin mempraktekan dan sharing isi buku tersebut dengan teman-teman dbento semua.

Wednesday, January 28, 2015

Pecel Madiun di Yogyakarta


Bagi manda, menu sayuran di dapur yang favorit adalah oseng-oseng (bahasa resepnya : ca), selain itu pecel juga menu sederhana untuk dihidangkan di dapur manda.. Pecel seperti lotek hanya tidak dicampur dalam proses pengolahannya.. Sayuran disajikan dengan matang dan bumbu kacang di taruh di atas sayuran saat menyajikan.. Berbeda dengan lotek, yang bumbunya diulek kemudian dicampur dengan sayuran pelengkapnya.. Kadang-kadang menyajikan pecel juga bisa ala barat lho, intip cerita salad pecel juga ya..

Kali ini, dbento cerita tentang pecel madiun, relatif sama sebenarnya dengan pecel-pecel biasanya.. Hanya yang berbeda mungkin bumbu pecelnya tidak semanis bumbu kacang pecel jogjakarta.. Lauk pelengkapnya juga beda, seperti ada wader (biasanya disebut iwak kali).. Nyuussss untuk sarapan ya pecelnya...