Showing posts with label masakan jawa. Show all posts
Showing posts with label masakan jawa. Show all posts

Tuesday, October 4, 2016

Jajan dan jalan-jalan di solo part 1

Saat Pak Awi meminta saya mendampinginya di acara Bamboo Bienalle Solo 2016, saya langsung bersorak bahagia, karena bagi saya selalu menyenangkan jikalau berkunjung ke kota yang satu ini.
aneka produk bambu hasil tangan mas gondrong
Solo atau Surakarta yang di juluki sebagai kota budaya ini memang sangat ramah dengan siapapun yang mengunjunginya. Kenapa? Karena tujuan wisata di kota ini lengkap, ada keraton, museum batik, kampung batik, taman budaya, pasar tradisional, pasar antik tentu saja aneka kuliner yang enak-enak.
Tapi yang paling menyenangkan adalah, bertemu teman-teman yang baik hati dan siap menculik saya mengajak jajan dan jalan kapan saja, hehe.
Bedanya Solo dan Surakarta sudah pernah dibahas sama ima disini ya…

Friday, December 25, 2015

Kuliner Gudeg yang Menusantara

Nasi Gudeg Ala Solo Baru

Gudeg, kuliner manis yang identik dengan sebuah kota Yogyakarta. Beragam pengrajin gudeg dan sentra gudeg semakin banyak dan beragam di Yogyakarta. Semua mengaku bahwa resep gudegnya yang "asli", dan memang tidak ada gudeg yang palsu. Kalau gudeg itu palsu berarti dari bahan plastik dan mana mungkin dimakan, iya kan? Gudeg terbuat dari bahan dasar gori atau nangka muda. Proses memasaknya yang lama, membuat saya dan keluarga yang lahir dan tinggal di Yogyakarta, memilih membeli gudeg daripada mencoba membuatnya. Lidah orang Jogja cenderung menyukai rasa manis, oleh karenanya gudeg Jogja biasanya dominan terasa lebih manis daripada gudeg-gudeg modifikasi yang juga bisa dicicipi di lain kota di luar Yogyakarta.

Thursday, December 24, 2015

Kangen Masakan Simbah di Yogyakarta

Masakan Rumahan

Berkembangnya kuliner di Yogyakarta, mulai warung kakilima, warung mahasiswa, restoran siap saji, cafe anak muda, sampai rumah makan keluarga. Semuanya tumbuh di Yogyakarta seperti jamur di musim penghujan. Kami warga Jogja malah bingung menentukan menu kuliner di luar rumah ketika tidak memasak dan harus memilih mau makan apa. Hal yang menyenangkan dengan perkembangan kuliner yang semakin beraneka ragam dan modern. Namun tidak selamanya yang fast dan modern bisa memenuhi lidah kami warga pribumi. Sesekali ada kerinduan mencicipi kuliner lokal yang kami menyebutnya, masakan simbah. Simbah itu panggilan untuk eyang atau nenek di Jogja.

Masakan Simbah

matched content: