Kue Apel streusel Jerman ini mudah dibuat, cara bisa diikuti seperti video di atas. Baca juga resep lengkapnya disini berikut tips-tips yang pastinya manfaat supaya buat kuenya sukses jaya.
Showing posts with label Jerman. Show all posts
Showing posts with label Jerman. Show all posts
Monday, October 5, 2015
Thursday, March 15, 2012
Bento Pistolets
Pistolet ini rotinya orang belanda, ukurannya lebih besar dari brotchen (roti jerman) dan lebih kecil dari baguetta (roti perancis). Tapi menurut saya rasanya lebih empuk dibanding dengan kedua roti diatasnya. Saya isi pistolets ini dengan salami dan daun salada, tak lupa menambahkan mayones dan saus sambal. Sebagai pencuci mulut saya menyertakan apel, dan jeruk. Bento yg mudah dan simple dan juga mengenyangkan. Hanya butuh waktu 7 menit menyiapkannya. Tak lupa untuk menghiasinya dengan Animal food pick, cantik bukan.....
Labels:
bekal sarapan,
belanda,
bento pemula,
Jerman,
Roti,
sarapan mudah
Monday, March 5, 2012
El Reda, Nasi Libanon Berlin
Pengalaman berwisata dipertengahan bulan lalu akhirnya menyeret kami ke salah satu pojok ibu kota negara Jerman, Berlin. Sahabat kami betul-betul semangat mengajak ke salah satu restoran favorit keluarga mereka. El Reda nama tempatnya, sebuah restoran Libanon yang cukup terkenal dikalangan orang-orang Indonesia karena sebutan nasi Libanonnya, seperti yang diberitakan di postingan lalu.
Labels:
berlin,
daging,
daging cincang,
daging sapi,
Jerman,
masakan libanon,
nasi,
nasi kuning,
nasi libanon,
pedas,
rustka,
sambal,
sayuran,
wisata kuliner
Saturday, November 19, 2011
Nasi libanon Aachen

"Kalau belum makan nasi libanon, bisa diartikan belum pernah ke Berlin" Kata temen-temen yang sudah mencicipi enaknya nasi libanon. Sebetulnya apa sih nasi libanon dan kenapa juga ada libanon di Berlin?
Sepertinya itu merupakan istilah saja yang digunakan oleh orang-orang Indonesia ketika mengunjungi restaurant khas timur tengah ini di Berllin. Banyak dari mereka yang terkesan dengan hidangan sepaket nasi dan lauk pauk yang cukup melimpah dan rasanya enak yang akhirnya mereka beri nama sendiri dengan sebutan nasi libanon. Saya pribadi sudah beberapa kali mengunjungi Berlin tapi belum pernah sempat menginjakan kaki di restaurant tersebut, makanya teman-teman sering bilang seperti itu.
Eh, gak disangka gak dinyana wahai teman-temanku, ternyata gak usah ke Berlin, di Aachen juga ada restorant yang menyajikan hidangan seperti nasi libanon di berlin.
Labels:
aachen,
Jerman,
masakan libanon,
nasi,
nasi libanon,
rustka,
wisata kuliner
Friday, November 18, 2011
Buat tumpeng tanpa alat khusus, siapa takut?
Persiapan dalam membuat tumpeng itu ternyata tidak terlalu repot. Kita bisa mulai dari beberapa hari sebelumnya terutama untuk memasak berbagai jenis hidangan yang akan disajikan di atas tumpeng. Pada hari H kita tinggal memasak nasi dan beberapa lauk, merangkai dan menghiasnya menjadi cantik. Berikut ini beberapa hal yang perlu disiapkan dalam membuat tumpeng:
Labels:
ayam,
cara membuat tumpeng,
event,
hidangan pesta,
Jerman,
Makanan Indonesia,
nasi,
nasi kuning,
rendang,
rustka,
Salat,
sayuran,
tempe,
Tip dan Trik,
tumpeng
Thursday, October 27, 2011
Bento belegte Brötchen
Bekal sarapan uda hari ini adalah roti isi ala Jerman yang sering disebut sebagai belegtes Brötchen, yakni roti yang di bagi dua dan diberi topping sesuai selera. Jenis toppingnya bermacam-macam, mulai dari salami, ham, telur rebus, berbagai jenis keju seperti mozarella, ikan salmon asap, kaviar, dll. Biasanya dipadukan dengan kream keju dan sayuran segar seperti daun selada, tomat atau ketimun.
Labels:
bekal ke kantor,
Bento,
bento pemula,
Jerman,
Roti,
rustka,
Salat,
sarapan,
sayuran,
simple bento
Sunday, August 7, 2011
Kreasi Roti dan Jajanan Jepang
Berikut ini adalah beberapa foto jajanan Jepang yang sebagian besar berupa roti dan makanan kecil lainnya. Seperti yang sudah diceritakan di sini, di sini atau di sini, setiap mampir ke kota Düsseldorf membeli jajanan seperti ini jarang terlewat dari tujuan wisata kami.

Roti macha yang permukaan luar atas manis sedangkan dalamnya asin
Labels:
chestnut,
Düsseldorf,
Jerman,
makanan jepang,
mochi,
Roti,
roti manis,
roti tawar,
rustka,
sushi,
tempura,
udon,
wisata kuliner
Monday, August 1, 2011
Bento Turki dan Pak B.J. Habibie
Sabtu, 30 Juli 2011 yang lalu, di Aachen berbondong-bondong orang datang dari berbagai kota di Jerman dan Negara Eropa lainnya untuk bertatap muka dengan Presiden RI yang ketiga. Bapak Prof. BJ. Habibie yang juga merupakan alumni dari salah satu universitas teknik terbaik di Jerman (RWTH Aachen) diminta untuk mengadakan kuliah umum di depan seluruh mahasiswa dan warga Indonesia yang sedang berada di Eropa.
Tuesday, June 7, 2011
Bento Barbecue

Akhir pekan lalu, saya dapat misi lagi dari si boss untuk mempersiapkan acara bakar-bakaran. Bakar disini maksudnya bakar makanan yah, barbecue party. Sempat bingung memilih menu, tapi setelah pergi ke supermarket malah panik belanjanya. Jadi ingin beli ini itu dan masak ini itu. Sayangnya menu salat harus ditiadakan karena alasan kesehatan.
Di Jerman, terutama bagian utara dan barat sedang gempar wabah EHEC (enterohaemorragic E. coli), yakni mutan dari bakteri E.coli yang biasa ada di dalam usus. Bakteri ini berasal dari kotoran hewan yang menempel pada sayuran. Oleh karena itu, kita harus lebih berhati-hati dengan produk-produk organik (bio) yang biasanya menggunakan pupuk alami dari kotoran hewan. Awalnya bakteri ini ditemukan di ketimun yang di import dari spanyol, kemudian ditemukan juga pada tomat dan salat, terakhir dicurigai pula dari taoge.
Friday, May 6, 2011
Berburu Peralatan Bento di München
Beberapa saat lalu ketika liburan paskah tiba, kami mengunjungi kota paling selatan di Jerman, yakni Munchen/Munich. Disela-sela mengeksplor kota ini, tak lupa kami niatkan untuk berburu peralatan bento. Namun karena waktu yang sangat singkat, kami tidak bisa menjelajahi semua toko-toko oriental yang ada di sana. Kami hanya sempat melihat dua toko saja yang kebetulan terletak cukup central dan dekat dengan objek wisata yang ingin kami kunjungi.

Salah satu diantaranya adalah Japan Shop yang terletak di Westernwiederstr. 47, berdekatan dengan salah satu gerbang kota Munchen yakni, Isartor. Toko tersebut
Labels:
bento box,
Bento Gear,
berburu alat bento,
Jerman,
makanan jepang,
rustka,
Selingan
Tuesday, April 12, 2011
Zimtsterne dan Vanilla Kipferl
PR LBT 4 kali ini temanya Rolled Cookies.
Mencoba mempraktekkan kue-kue khas negara ini, salah satunya zimtsterne dan vanilla kipferl. Resepnya diambil dari buku Koch und lebenskunst aus Deutschland dan karton pembungkus loyang kipferl. Harusnya zimtsternenya dipakai icing gula, tapi saya tidak terlalu suka manis jadi dilhilangkan saja, sedangkan vaniila kipferlnya sebagian saya balut DCC 75% yg tidak terlalu manis, persediaan gula halus juga habis jadi tidak saya pakai juga.
Ini dia resepnya :
Zimtsterne (bintang kayumanis)
Bahan :
3 butir putih telur
250 gr Gula halus
250 gr Almond bubuk
kulit jeruk lemon dari 1 buah lemon
2 sdt kayumanis/zimt
gula bubuk dan tepung untuk mencetak supaya tidak lengket.
Cara Membuatnya :
Kocok putih telur hingga berbusa, matikan mixer, masukan gula bubuk dan bubuk almond, kayumanis dan kulit jeruk. Aduk rata hingga bisa di cetak. Taburi tempat untuk menggiling adonan dengan terigu dan gula halus, taruh adonan diatasnya, giling dan cetak. Tempatkan diloyang datar yg dialasi kertas roti, panggang 150 derajat selama 20 menit. Setelah dingin bisa dihiasi icing sugar, jika suka.
Vanilla Kipferl
Bahan :
95 gr Terigu
25 gr almond bubuk
60 gr gula
1 bungkus vanilla
100 gr butter suhu ruang
1 butir telur
50 gr keju parut
gula bubuk dan DCC untuk hiasan
Cara Membuatnya :
Semua bahan kecuali yg untuk hiasan diaduk rata, adonannya lengkat bgt karena memang untuk dicetak diloyang lgs. Setelah bahan tercampur rata, cetak lgs kedalam loyang. Nanti kapan2 aku posting di group LBT ya bentuk loyangnya. Panggang 160 cerajat selama 15-17 menit. Dinginkan, beri taburan gula halus atau dicelup DCC. Siap dinikmati teh panas atau secangkir kopi.
Selamat Mencoba.
Mencoba mempraktekkan kue-kue khas negara ini, salah satunya zimtsterne dan vanilla kipferl. Resepnya diambil dari buku Koch und lebenskunst aus Deutschland dan karton pembungkus loyang kipferl. Harusnya zimtsternenya dipakai icing gula, tapi saya tidak terlalu suka manis jadi dilhilangkan saja, sedangkan vaniila kipferlnya sebagian saya balut DCC 75% yg tidak terlalu manis, persediaan gula halus juga habis jadi tidak saya pakai juga.
Ini dia resepnya :
Zimtsterne (bintang kayumanis)
Bahan :
3 butir putih telur
250 gr Gula halus
250 gr Almond bubuk
kulit jeruk lemon dari 1 buah lemon
2 sdt kayumanis/zimt
gula bubuk dan tepung untuk mencetak supaya tidak lengket.
Cara Membuatnya :
Kocok putih telur hingga berbusa, matikan mixer, masukan gula bubuk dan bubuk almond, kayumanis dan kulit jeruk. Aduk rata hingga bisa di cetak. Taburi tempat untuk menggiling adonan dengan terigu dan gula halus, taruh adonan diatasnya, giling dan cetak. Tempatkan diloyang datar yg dialasi kertas roti, panggang 150 derajat selama 20 menit. Setelah dingin bisa dihiasi icing sugar, jika suka.
Vanilla Kipferl
Bahan :
95 gr Terigu
25 gr almond bubuk
60 gr gula
1 bungkus vanilla
100 gr butter suhu ruang
1 butir telur
50 gr keju parut
gula bubuk dan DCC untuk hiasan
Cara Membuatnya :
Semua bahan kecuali yg untuk hiasan diaduk rata, adonannya lengkat bgt karena memang untuk dicetak diloyang lgs. Setelah bahan tercampur rata, cetak lgs kedalam loyang. Nanti kapan2 aku posting di group LBT ya bentuk loyangnya. Panggang 160 cerajat selama 15-17 menit. Dinginkan, beri taburan gula halus atau dicelup DCC. Siap dinikmati teh panas atau secangkir kopi.
Selamat Mencoba.
Wednesday, April 6, 2011
Cicip roti di Bakery Jepang Düsseldorf
Memang terasa berbeda sekali antara roti Jerman dengan roti khas asia. Roti Jepang yang kami beli di Düsseldorf ini mengingatkan kami akan bakery-bakery Indonesia yang memproduksi roti dengan tekstur lembut. Sedangkan roti-roti di Jerman kebanyakan lebih keras dan renyah.
![]() |
| Roti lembut berisi pasta kacang merah |
- Bakery My Heart
- Marienstrasse 26
- 40210 Duesseldorf
- Bakery Taka
- Immermannstrasse.36
- 40210 Duesseldorf
![]() |
| Roti isi tuna pesenan si uda |
![]() |
| Roti sisa hasil buruan di Düsseldorf |
Labels:
Düsseldorf,
Jerman,
makanan jepang,
Roti,
roti manis,
rustka,
wisata kuliner
Friday, March 4, 2011
Bento Badut
| Bento badut |
Sesaat sebelum musim dingin berakhir, di Jerman diadakan acara karneval, yakni sebuah tradisi yang dipengaruhi oleh sejarah dan juga agama. Perayaan dimulai pada hari kamis (fettdonnerstag) yakni ketika orang-orang tanpa batasan umur tua maupun muda, semua menggunakan kostum dan topeng yang beranekaragam seperti badut, binatang, pakaian tradisional, tokoh kartun, dsb.
Ada ritual unik di hari kamis ini, yang masih sering dilakukan, termasuk di kantor tempat si uda bekerja. Pada hari itu semua orang hanya bekerja setengah hari. Ritual acaranya dimulai jam 11.11, yakni ketika sekertaris menggunting dasi boss atau rekanannya, yang dianggap sebagai simbol kekuatan laki-laki. Setelah itu pesta pun dimulai dengan acara ramah tamah minum dan makan ringan. Katanya orang orang yang dipotong dasinya harus rela dan mau diperlakukan seperti itu. Professor si uda tiap tahun selalu menyediakan dasi baru untuk di potong demi memelihara tradisi mereka.
Berbeda dengan perayaan karneval dihari-hari selanjutnya (minggu dan senin), biasanya di hari kamis ini tidak ada pawai di jalan. Orang-orang hanya merayakannya dengan bernyanyi, berdansa. Parade dilakukan pada hari minggu yang ditujukan untuk anak-anak sedangkan acara puncaknya di hari senin. Ketika parade, orang-orang yang pawai melempari cokelat, kue, permen, dst ke penonton di jalan. Jadi setidaknya bagi kami acara ini menjadi ajang rebutan cokelat. Pergi membawa tas kosong pulangnya penuh dengan cokelat hasil buruan. Bahkan tahun kemarin, saya pernah melihat orang yang niat sekali berburu, sampai bawa satu gerobak yang dipenuhi cokelat.. hehehe...
Ide bento di atas tercetus ketika membayangkan orang-orang yang menggunakan kostum badut. Badutnya terbuat dari nasi kepal yang dibuat dengan bantuan plastik wrap. Hidungnya terbuat dari irisan tomat cheri sedangkan mata dan mulut di buat dari keju dan potongan nori. Brokoli disisipkan disekeliling nasi yang menyerupai rambut badutnya. Selain itu terdapat rendang paru kiriman ibu dari Indonesia, yakni harta karunnya si uda yang tak sengaja masih ditemukan nyempil di freezer.
Tuesday, December 28, 2010
Mencari kehangatan dan kelezatan di Vapiano
Yeeehaw.... Akhirnya liburan natal dan tahun baru pun tiba. Namun kali ini kota paling barat di jerman alias Aachen dilanda badai salju selama seminggu kemarin. Salju semakin menumpuk sampai melebihi lutut karena turun secara terus menerus, bisa sampai seharian tanpa berhenti. Sehingga jalanan licin dan susah dilalui oleh bis umum, kami pun terkurung di rumah.
Hari senin kemarin, cuacanya lumayan lebih bersahabat meskipun masih minus. Kami memutuskan untuk mencari udara segar dengan jalan-jalan di kota dan Alhamdulillah dapat rejeki tiba-tiba diajak teman yang sedang 'selametan' untuk makan di restoran ini. Vapiano namanya, tempat makan itali yang konsepnya menarik. Restoran yang tergolong baru ini terletak di dekat alterposthof Aachen bersebelahan dengan gedung Aachen-Munchener baru.
Konsep nya mirip seperti fastfood tapi bedanya makanan yang kita pesan langsung dimasak seketika itu juga di depan kita oleh sang koki, fresh from the `ketel`. Setiap pesanan dimasak dengan menggunakan alat yang baru dicuci, jadi tidak usah khawatir takut tercampur dengan bahan makanan yang tidak diinginkan. Selain itu cara memasak sang koki terlihat apik dan bersih. Kita juga bisa memilih sendiri bahan-bahan yang digunakan atau bahkan yang tidak digunakan. Di sudut restoran ini juga terdapat caffee bagi orang yang ingin menikmati sajian kue-kue manis sambil menikmati minuman hangat.
Suasana restauran pun cukup nyaman, bangku-bangkunya banyak yang diperuntukan grup atau keluarga. Di atas meja terdapat dua jenis tanaman hidup yakni basilikum (selasih) dan rosemary yang selain sebagai hiasan, daunnya bisa kita petik untuk teman makan. Selain itu juga terdapat bumbu dapur seperti minyak zaitun, garam dan merica. Ketika kami datang pas jam makan siang, nyaris tidak ada tempat duduk kosong, sampai akhirnya ada pasangan yang meninggalkan salah satu meja. Kami pun langsung menyerbunya dan duduk disana meskipun piring-piring kotor masih ada di atas meja.
Selanjutnya kami langsung berburu menu yang sebagian besar menggiurkan sambil menunggu pelayan membersihkan meja. Karena ini restoran italia tentu saja menunya berupa berbagai macam pasta, pizza dan lainnya. Menu terbagi atas beberapa kategori seperti salat, antipasti dan dolci (desert khas italia). selain itu terdapat pizza dan berbagai macam pasta. Untuk pasta kita bisa memilih sendiri jenis pastanya apa (spagetti, farfalle, fusilli, penette, tagliatelle, pappardelle, dll).
Ketika itu saya memesan spagetti scampi spinachi, udang dipadu dengan spinat dimasak menggunakan saus cream dan basilikum pesto. sedangkan si uda memesan spaghetti scampi, udang dengan saus tomat dan sayuran. Yang punya hajat memesan pasta dengan salmon yang diberi jeruk mandarin. Kita bisa memilih beberapa bahan untuk ditambahkan ke hidangan yang dipesan, misalnya cabe, bawang putih, atau parmesan, dll. Atau jika kita tidak suka dengan salah satu nya kita juga bisa bilang langsung ke kokinya. Teh intan ketika itu tidak mau menggunakan alkohol di pesanannya, tapi karena sudah terlanjur diberi, akhirnya si koki tak segan-segan langsung membuang bahan yang sudah terlanjur dimasaknya dan menggantinya dengan yang baru.
Harganya cukup rasional. Rasanya pun sesuai dengan yang diharapkan... Enak. Untuk pasta misalnya berkisar antara 5,5 - 8,5 euro sebanding dengan rasa, kemampuan dan ketangkasan si koki, serta penggunaan bahan-bahan yang betul-betul segar dan berkualitas. Hidangan yang sangat memuaskan, apalagi kalau ditraktir seperti ini tambah-tambah nikmatnya. Makasih yah pada bapak penyandang dana. Jangan kapok traktir kita lagi.
| suasana di dalam restoran |
| Minyak olive di tambah cabe |
| Capuccino pesanan teh intan |
| scampi |
Selanjutnya kami langsung berburu menu yang sebagian besar menggiurkan sambil menunggu pelayan membersihkan meja. Karena ini restoran italia tentu saja menunya berupa berbagai macam pasta, pizza dan lainnya. Menu terbagi atas beberapa kategori seperti salat, antipasti dan dolci (desert khas italia). selain itu terdapat pizza dan berbagai macam pasta. Untuk pasta kita bisa memilih sendiri jenis pastanya apa (spagetti, farfalle, fusilli, penette, tagliatelle, pappardelle, dll).
| Spaghetti scampi e spinaci |
| daun basilikum yang pucuk-pucuk segarnya sudah dipetik |
| Rosemary yang nasibnya sama seperti basilikum, daun-daun segarnya sudah banyak dipetik |
Labels:
Jerman,
makanan italia,
Pasta,
rustka,
sayuran,
Selingan,
wisata kuliner
Subscribe to:
Posts (Atom)


